Kalah Tenar di Negara Asal, Ini Alasan MLBB Kurang Populer Di China

Tokotopup.id - Sobat gamers pasti sudah tidak asing lagi dengan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, game garapan Moonton ini menempati posisi puncak sebagai game MOBA mobile paling ramai. Saban hari, jutaan pemain aktif memadati server buat sekadar mabar santai atau melakukan push rank sampai larut malam. Skena esports MLBB seperti MPL juga selalu berhasil menyedot ratusan ribu hingga jutaan pasang mata penonton.
Namun, tahukah Sobat fakta unik di balik besarnya nama MLBB? Meskipun Moonton merupakan pengembang game asal Shanghai, China, performa MLBB di tanah airnya sendiri ternyata sangat bertolak belakang. Di panggung lokal Tiongkok, fenomena MLBB kurang populer di China menjadi topik yang cukup menarik perhatian banyak pencinta esports. Lantas, kenapa game yang begitu sukses menguasai pasar Asia Tenggara ini justru tampak kesulitan mencuri hati para gamer di negaranya sendiri? Mari kita bedah alasannya satu per satu!
Dominasi Mutlak Honor of Kings (HoK) di Pasar Tiongkok

Faktor terbesar yang menyebabkan MLBB kurang populer di China adalah keberadaan 'tembok raksasa' bernama Honor of Kings (HoK). Game MOBA mobile besutan TiMi Studio (anak perusahaan Tencent) ini sudah lebih dulu mencengkeram pasar game Tiongkok sejak tahun 2015.
Ekosistem Super Kuat dari Tencent (WeChat dan QQ)
Tencent memegang kendali penuh atas dua aplikasi perpesanan dan media sosial terbesar di China, yaitu WeChat dan QQ. Ketika merilis Honor of Kings, Tencent langsung mengintegrasikan sistem login dan fitur sosial game tersebut ke dalam jaringan WeChat dan QQ. Hasilnya, para pemain bisa mengajak teman, melihat statistik pertarungan, dan membentuk komunitas secara instan tanpa perlu repot mengunduh aplikasi tambahan. Moonton tentu tidak memiliki akses ekosistem raksasa semacam ini saat mencoba masuk ke pasar lokal.
Keuntungan First Mover yang Sulit Digoyahkan
Sebagai pionir MOBA mobile berstandar tinggi di China, HoK berhasil membangun basis pemain yang sangat loyal. Ketika sebuah game sudah dimainkan oleh puluhan juta orang dan menjadi bagian dari gaya hidup harian anak muda, pemain akan berpikir seribu kali untuk berpindah ke game baru. Ikatan sosial inilah yang membendung langkah MLBB untuk melakukan penetrasi pasar secara mendalam.
Terlambat Masuk Pasar dan Terganjal Regulasi Pemerintah

Alasan berikutnya mengapa MLBB kurang populer di China berkaitan erat dengan proses hukum dan regulasi penerbitan game di Tiongkok yang terkenal sangat ketat.
Jalur Panjang Lisensi Game (ISBN) di China
Pemerintah China menerapkan sistem lisensi edar atau ISBN (International Standard Book Number) yang sangat ketat untuk setiap game yang ingin beroperasi secara resmi. Moonton harus menunggu waktu bertahun-tahun untuk mengantongi izin resmi merilis MLBB di pasar domestik. Ketika izin tersebut akhirnya keluar dan game resmi meluncur di China (dengan nama lokal Win Glory atau Jue Sheng Dian Feng), HoK sudah keburu mengakar kuat dan menguasai hampir seluruh pangsa pasar game MOBA mobile.
Branding dan Perubahan Nama yang Kurang Menempel
Karena harus menyesuaikan dengan regulasi lokal serta menghindari benturan hak cipta, Moonton terpaksa merilis versi khusus dengan penyesuaian konten dan nama yang berbeda dari versi global. Hal ini membuat identitas game terasa agak asing bagi gamer China. Mereka yang sudah nyaman dengan nama, mekanisme, dan sistem HoK merasa tidak memiliki alasan kuat untuk mengunduh versi penyesuaian dari MLBB.
Perbedaan Selera dan Budaya Gamer China
Selain urusan sistem dan regulasi, selera estetika gamer lokal juga memegang peranan penting dalam menentukan popularitas sebuah game.
Hero Bertema Mitologi dan Sejarah Lokal
Honor of Kings meluncurkan ratusan karakter yang mengangkat figur mitologi dan pahlawan sejarah Tiongkok seperti Guan Yu, Sun Wukong, Li Bai, hingga Mulan. Gamer China merasa memiliki ikatan emosional dan kultural yang sangat dekat dengan karakter-karakter tersebut. Sementara itu, MLBB merancang deretan hero yang cenderung mengusung tema fantasi barat atau campuran gaya global demi memikat pasar internasional secara luas.
Ekosistem Esports Lokal Sudah Terikat Lebih Dulu
Liga esports HoK yang bernama KPL (King Pro League) telah berkembang menjadi salah satu liga esports termewah dan terpopuler di China. Sponsor-sponsor raksasa lokal, organisasi esports ternama, hingga stadion megah sudah berinvestasi besar-besaran di KPL. Situasi ini menutup ruang bagi skena esports MLBB untuk berkembang atau menarik minat talenta-talenta muda di sana.
Fokus Strategis Moonton ke Pasar Global dan Asia Tenggara
Apakah Moonton gagal total? Tentu tidak jika Sobat melihatnya dari sudut pandang strategi bisnis global.
Mengapa Asia Tenggara Jadi 'Rumah Utama' MLBB?
Menyadari ketatnya persaingan di pasar domestik China, Moonton mengambil langkah cerdas dengan mengalihkan fokus utama mereka ke negara-negara berkembang, khususnya di Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Myanmar. Moonton merancang MLBB agar sangat ramah terhadap spesifikasi ponsel pintar kelas menengah ke bawah (low-to-mid end), sebuah langkah strategis yang tidak dilakukan pesaingnya pada era awal peluncuran.
Langkah ini terbukti berbuah manis. MLBB tumbuh menjadi fenomena budaya dan rajanya game mobile di Asia Tenggara. Jadi, meskipun fakta bahwa MLBB kurang populer di China tidak bisa dibantah, Moonton tetap memetik keuntungan luar biasa dengan menguasai pasar global dan mendominasi skena esports internasional.
Fenomena ini bukan sebuah kebetulan. Kombinasi antara dominasi mutlak Honor of Kings, keterlambatan izin regulasi, serta faktor perbedaan budaya dan jaringan sosial membuat MLBB sulit menembus benteng pertahanan pasar domestiknya sendiri.
Namun, Moonton membuktikan bahwa belum menguasai pasar rumah sendiri bukan akhir dari segalanya. Dengan menguasai pasar Asia Tenggara dan terus berekspansi ke kawasan lain seperti Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Amerika Latin, MLBB tetap berdiri kokoh sebagai salah satu raksasa game mobile dunia saat ini.
Nah, bagaimana kalau menurut Sobat? Apakah suatu saat nanti MLBB bisa membalikkan keadaan dan mengejar ketertinggalannya di China, atau justru HoK yang bakal makin tak tergoyahkan secara global?
Tokotopup Lite merupakan Platform pembuatan website top up game otomatis #1 di Indonesia. Tokotopup Lite dibangun di atas infrastruktur Tokotopup yang sudah terbukti melayani jutaan transaksi. Dengan pengalaman bertahun-tahun di industri top up game, kami memastikan setiap reseller mendapatkan harga terbaik, sistem tercepat, dan layanan terpercaya. Mulai bisnis digitalmu sekarang tanpa ribet!
Tertarik buka bisnis top up game?
Buat website top up sendiri dalam hitungan menit. Tanpa deposit, langsung jualan.
Daftar Gratis Sekarang